Rabu, 10 April 2013

Lima Pencarian Pengetahuan Terlama


InfoTeuNgaradig - Sains atau ilmu pengetahuan adalah bidang yang tak ubahnya maraton, lari jarak jauh. Lima di antara riset-riset terpanjang dalam sejarah ilmu.
riset,penelitianIlustrasi riset. (thinkstockphoto)

posted by ziky fathurrohman

Sains atau ilmu pengetahuan adalah bidang yang proses keberlangsungannya panjang dan tidak mudah. Percobaan yang dilakukan demi suatu pengetahuan yang anyar ini ditantang oleh pergeseran prioritas riset dan teknologi.

Secara teratur juga dibayangi oleh hambatan pendanaan dan perubahan dalam pengawasan. Maka tak ubahnya maraton, lari jarak jauh, ketimbang sprint. Hingga jika akhirnya sampai ke pencapaian, buah itu dilandasi ikatan antara kesabaran ilmuwan yang mengawali dan dedikasi penerus yang melanjutkan "obor" mereka.

1. 400 Tahun Menghitung Titik Matahari
Para astronom mulai merekam kemunculan bintik matahari sejak teleskop diciptakan 400 tahun lalu. Pengamat-pengamat awal tentunya belum punya data mengenai titik hitam di permukaan Matahari itu.

Lalu tahun 1848, Rudolf Wolf, seorang astronom Swiss membuat kalkulasi sistematis yang diadopsi sebagai formula dan digunakan secara internasional dalam menghitung sunspots.
gerhana matahari,bumi,solar dynamic observatoryNASA Goddard

Pada 2011, Frédéric Clette dilantik sebagai direktur baru Solar Influences Data Analysis Center, di Royal Observatory of Belgium. Ia mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit hasil foto dan gambar dari 500 orang sejak tahun 1700 dari sekurang-kurangnya 90 pengamat, dua pertiga di antaranya merupakan amatir.

2. 170 Tahun Memantau Gunung Api
Konsistensi aktivitas Gunung Vesuvius—yang terletak di teluk Maples di selatan Italia— selama ribuan tahun telah menyebabkan Vesuvius ini berada di tangga teratas predikat gunung berapi yang dianggap berbahaya. Erupsi terakhir Gunung Vesuvius pada 79 M memusnahkan dan mengubur Pompeii, sebuah kota zaman Romawi kuno.

Observatorium Vesuvius, merupakan stasiun pengamatan vulkanologi tertua di dunia. Sudah secara terus-menerus memantau dari dekat gunung tak ramah tersebut sejak 1841, mencatat semua perubahan seismik dan gejala lainnya untuk mensinyalir apabila ada bencana mendekat.

Observatorium ini memberi kontribusi bagi perkembangan instrumen dalam memonitor aktivitas vulkanik. Macedonio Melloni, kepala observatorium yang pertama, merintis penelitian tentang radiasi panas lava yang krusial bagi studi paleomagnetisme selanjutnya. Di tahun 1856, direkturnya yang kedua, Luigi Palmieri, menemukan seismograf elektromagnetik.

Ada juga antara lain Giuseppe Mercalli, yang pada awal abad ke-20 mengembangkan skala untuk klasifikasi aktivitas vulkanik. Skala itu masih digunakan hingga dewasa ini.

3. 170 Tahun Memanen Data
Riset yang menguji berbagai efek pupuk mineral (buatan) dan pupuk organik (kandang) pada produksi tanaman sejak tahun 1843 ini adalah salah satu contoh bukti bahwa riset jangka panjang memerlukan pengumpulan data yang berlimpah.
gandum,pria,diet(thinkstockphoto)

Bermula dari John Lawes hingga Andy Macdonald yang mewarisi data penelitian ini pada 2008 lalu. Riset agrikultural ini dilakukan di suatu desa perkebunan di utara London, Inggris bernama Rothamsted.

Macdonald yang kini mengurus seputar 'eksperimen-eksperimen klasik' di Rothamsted Research mengatakan, percobaan perlu diperbarui secara perodik sebab banyak ide baru yang harus diuji relevansinya bagi kondisi pertanian sekarang. Data tidak akan berguna jika mata rantai yang terputus di periode tertentu.

Dari data yang 'dituai', sejauh ini, pupuk nitrogen punya pengaruh terkuat, diikuti dengan fosfor. Panenan data Rothamsted telah mencapai 300.000 tanaman yang diawetkan serta sampel tanah. Di 2003, ilmuwan mengekstraksi DNA dua patogen gandum, dari data yang diambil di 1843 dan menemukan efek dominan emisi sulfurdioksida oleh industri.

4. 90 Tahun Mengidentifikasi Jenius
Lewis Terman, ahli psikologi dari Stanford University, California mengawali sebuah studi terpanjang dalam perkembangan kepribadian manusia.

Tahun 1921, ia menelusur 1.500 lebih anak jenius berbakat. Lalu mulailah dikembangkan studi terhadap mereka, salah satu studi yang pertama di dunia, hingga sembilan dekade ke depan.

Dan sekarang ini telah diperoleh catatan tajam serta mendalam perkembangan manusia, khususnya faktor para jenius. Tujuan utama Terman adalah menyanggah asumsi umum bahwa anak-anak berbakat tidak mampu bersosialisasi.
otak(Thinkstock)

Meski demikian, ia juga tidak merancang studi dengan sempurna. Sebagian metode penelitian yang dipilihnya terkesan sembarangan. Kemudian di tahun 1980-an, psikolog George Vaillant dari Harvard Medical School di Boston, AS, mempergunakan suplemen ini kembali untuk studi yang lebih luas tentang perkembangan manusia dewasa.

5. 85 Tahun Menunggu Satu Tetes
Di University of Queensland, Brisbane, Australia, pada 1961, Profesor John Mainstone, seorang fisikawan melakukan eksperimen yang dikenal dengan the pitch-drop experiment.

Berpuluh-tahun lamanya, mengukur aliran dari sejumlah bahan cair dengan tingkat kekentalan tinggi (hampir menyerupai substansi padat) ditempatkan dalam suhu ruang. Menunggui aliran yang sangat lambat itu membutuhkan waktu hingga tahunan untuk satu buah tetesan.

1927, Thomas Parnell pertama kali mendemonstrasikan kepada pada mahasiswanya eksperimen ini dengan menggunakan distilasi ter. Cairan itu mengalir melalui corong dan menetes, sekitar satu tetes tiap enam hingga 12 tahun!

Mainstone yang saat ini memasuki usia 78 tahun bahkan sudah mempersiapkan rekannya yang lebih muda untuk melanjutkan eksperimen setelah ia tiada.

Sumber: Naturenews.com

Salam InfoTeuNgaradig

Salam InfoTeuNgaradig

Kecepatan Cahaya dan Teleportasi dalam Sudut Pandang Agama



InfoTeuNgaradig - Telah dijelaskan dalam Al Quran bahwa bangsa Malaikat dan Jin dapat bergerak atau berpindah tempat dengan sangat cepat, bahkan banyak diantaranya yang mampu berpindah tempat atau membawa sesuatu benda berat dengan hanya kedipan mata. Apa yang dimilki oleh golongan Malaikat dan bangsa Jin, itu karena kecepatan mereka di atas kecepatan cahaya. Benarkah kemampuan mereka diatas kecepatan cahaya?

Kecepatan cahaya Adalah kecepatan tercepat yang diyakini bisa dicapai oleh sebuah benda di alam semesta ini. Kecepatan cahaya dalam sebuah vakum adalah 299.792.458 meter per detik (m/s) atau 1.079.252.848,8 kilometer per jam (km/h) atau 186.282.4 mil per detik (mil/s) atau 670.616.629,38 mil per jam (mil/h). Kecepatan cahaya ditandai dengan huruf c, yang berasal dari bahasa Latin celeritas yang berarti “kecepatan”, dan juga dikenal sebagai konstanta Einstein. Kecepatan cahaya sampai saat ini masih diakui sebagai kecepatan yang paling tercepat dari kemampuan bergerak suatu benda apapun.

Lalu pertanyaannya adalah, apakah ada kemungkinan manusia mampu bergerak setara dengan kecepatan cahaya?

Ketika seorang pilot pesawat tempur menambah percepatan pesawat secara tiba-tiba dengan kecepatan yang tinggi maka mendadak pilot akan kehilangan kesadaran (black out). Penjelasannya biasanya dikarenakan dalam keadaan tersebut jantung pilot tidak cukup kuat untuk memompa darah ke kepala. Jika percepatan semakin dinaikan secara tiba-tiba, maka akan terasa tekanan yang hebat di dada seakan sang pilot terpaku kuat-kuat di kursinya. Tekanan itu juga akan berakibat tangan susah di gerakan, mulut mengaga lebar, mata melotot, seolah mau meloncat keluar dari kelopak dan darah mengalir dalam tubuh menolak naik ke otak.

Perlahan kesadaran akan habis dan mungkin dalam tempo beberapa menit sang pilot akan mengalami kematian. Keadaan ini terjadi jika dilakukan penambahan percepatan pesawat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan dalam waktu singkat atau tanpa dilakukan secara bertahap. Karena realitas itulah yang akan manusia alami jika mengalami percepatan untuk mencapai kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya apalagi jika dilakukan tanpa adanya tahapan, karena pada dasarnya keberadaan fisik kita ini, terletak pada medan gravitasi bumi dengan nilai tertentu. Objek padat(manusia) akan mengalami pertambahan berat jika menjelajah semakin cepat.

Sampai saat ini dipercaya bahwa objek bermassa yang dapat bergerak setara dengan kecepatan cahaya. Lalu adakah manusia yang pernah merasakan gerakan dalam kecepatan cahaya?

Keajaiban Isra dan Miraj

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda–tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al Israa: 1)

Allah memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’ Mi’raj berupa perjalanan yang sangat jauh tapi dapat ditempuh dengan waktu yang relatif pendek. Dicapai dengan kecepatan yang sangat cepat, bahkan bisa jadi lebih cepat berlipat-lipat dari kecepatan cahaya.

Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan kehendak dari Rasulullah sendiri, tapi merupakan kehendak Allah. Untuk keperluan itu Allah mengutus malaikat Jibril (makhluk berdimensi 9) beserta malaikat lainnya sebagai pemandu perjalanan suci tersebut. Dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu.

Selain Jibril dan kawan-kawan, dihadirkan juga kendaraan khusus bernama Buraq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama Buraq berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Perjalanan dari kota Makkah ke Palestina berkendaraan Buraq tersebut ditempuh dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.

Nabi Muhammad adalah manusia pilihan Allah yang telah diperlihatkan keadaan surga dan neraka pada peristiwa itu. Jika Nabi SAW mengalami peristiwa luar biasa itu,
apakah kita manusia biasa memungkinkan untuk itu? Seandainya badan bermateri padat seperti tubuh kita dipaksakan bergerak dengan kecepatan cahaya, bisa diduga apa yang akan terjadi? Badan kita mungkin akan tercerai berai karena ikatan antar molekul dan atom bisa terlepas.

Jawaban yang paling mungkin untuk pertanyaan itu adalah tubuh kita diubah susunan materinya menjadi cahaya. Bagaimanakah hal itu mungkin terjadi? Teori yang memungkinkan adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Mega Electron Volt) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.

Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.

Alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. Secara umum, alam terbentuk atas materi dan energi. Bisa dikatakan materi adalah bentuk energi yang termampatkan. Sebagaimana konsep kesetaraan massa dan energi yang dirumuskan oleh Einstein, bahwa materi dalam kondisi tertentu dapat berubah menjadi energi, dan sebaliknya energi dapat berubah menjadi materi. Setiap objek berwujud yang ada dalam alam semesta ini, pada dasarnya tersusun atas materi2 submikroskopik yang kita kenal dengan istilah atom, proton dan neutron serta dikelilingi elektron.

Pasangan materi adalah anti materi. Materi adalah objek bermassa positif sedangkan antimateri atau antipartikel aldalah objek bermassa negatif. Materi dan energi bukan berpasangan, walaupun keduanya bisa saling menjelma. Materi jika bertemu dengan antimateri dalam kondisi tertentu akan menjelma menjadi foton (annihilasi). Foton tidak memiliki massa namun memiliki energi dan momentum.

Annihilasi atau proses pemusnahan terjadi ketika massa antimateri menghapus massa materi, sehingga keduanya lenyap dan menjelma menjadi 2 foton gamma dengan massa yang bernilai nol. Sebaliknya, proses penciptaan (creation), jika foton berada pada medan tertentu, maka foton akan berproses menjadi materi. Proses ini bisa berlangsung berulang-ulang seperti siklus.

Jika dihitung jarak Bumi dan Bulan sekitar 450.000 km ditempuh dengan kecepatan cahaya, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 detik dalam ukuran waktu kita di bumi. Sesampainya di bulan tubuh kita kembali menjadi materi. Peristiwa ini mungkin lebih dikenal seperti teleportasi dalam teori fisika kuantum atau ilmu pindah sekejap dalam supranatural.

Yang perlu dipahami adalah perjalanan antar dimensi bukanlah perjalanan berjarak jauh atau pengembaraan angkasa luar, melainkan perjalanan menembus batas dimensi. Lalu dengan apa kita bisa melakukan perjalan menembus dimensi itu? Dengan alam bawah sadar yang kita miliki kadang bisa melalui firasat dan mimpi atau saat sukma keluar dari tubuh fisik kita!

Bila memang kecepatan cahaya itu 300.000 km/detik mampu menembus dimensi ruang dan waktu berarti dengan kecepatan itu pula kita bisa melihat masa depan! Sungguh masa besar Allah dengan segala firman-Nya.

Salam InfoTeuNgaradig

Sejarah Hubungan Islam dan Yahudi di Madinah


InfoTeuNgaradig - Seputar Terminologi Yahudi Dan Bani Isra’il

Yahudi dan Bani Isra’il merupakan kata yang selalu digunakan pada periode Sirah untuk menyebut para pengikut ajaran Taurat. Meskipun tampak menonjolkan aspek keagamaan, tapi sebenarnya ada perbedaan mendasar antara keduanya. Bahkan, pemaknaan Yahudi sendiri tidak bersifat baku, melainkan mengalami perkembangan yang cukup radikal mengikuti fase-­fase sejarah yang dilalui oleh salah satu rumpun bangsa Semit ini.

Pada dasarnya, kata Yahudi merupakan penisbatan yang memiliki sifat hubungan darah, yakni keturunan Yahuda (Yahudza) bin Ya`qub. Dari garis keturunan inilah lahir Dawud as dan Sulaiman as yang merupakan simbol kebesaran bangsa ini sepanjang masa. Kebanggaan Yahudi adalah kata yang dinisbatkan kepada Yahuda, salah seorang putera Nabi Ya`qub as.

*Masyarakat Yahudi di Hijaz Sebelum Islam

Tidak banyak sumber sejarah yang menjelaskan asal-­usul keberadaan Yahudi di wilayah Hijaz yang meliputi Mekah, Madinah, Thaif, Khaibar, Fadak, Taima dan sekitarnya. Sumber sejarah yang ada, terbatas pada beberapa catatan sejarawan muslim, yang berarti penulisannya dilakukan setelah kedatangan Islam. Sementara catatan sejarah sebelum Islam, bisa dikatakan sangat langka. Itupun terbatas pada ungkapan para penyair dalam puisi-puisi mereka. Alhasil, permulaan kedatangan masyarakat Yahudi ke Hijaz tidak dapat dipastikan, karena tidak didukung data dan fakta yang memadai.

Namun berbagai indikator menunjukkan, keberadaan masyarakat Yahudi di tanah Hijaz sudah berlangsung sejak lama. Kondisi politik yang tidak stabil di Palestina sejak penyerangan Babilonia hingga Romawi, mendesak masyarakat Yahudi mencari perlindungan bahkan pemukiman baru di pelbagai daerah, terutama daerah-­daerah yang memiliki hubungan langsung dengan Palestina, seperti Hijaz. Selain faktor politik di Palestina kesuburan tanah di beberapa wilayah Hijaz, seperti Yatsrib (Madinah), Khaibar, Taima, Wadi al­Qura dan Fadak, mendorong masyarakat Yahudi untuk menjadikannya sebagai alternatif pemukiman baru bagi mereka (Jawad Ali : 3675).

a. Aspek Sosial Politik

Di pemukiman baru tersebut, masyarakat Yahudi hidup berdampingan dengan pribumi yang telah lebih dulu tinggal di tempat itu. Kondisi ini memaksa mereka melakukan penyesuaian dengan budaya dan tradisi lokal. Meskipun di Madinah, Khaibar dan Wadi al­Quran, mereka berhasil mendominasi berbagai aspek kehidupan tapi mereka tetap tidak dapat menghindari tuntutan-­tuntutan pragmatis di tempat baru. Cara berpakaian dan nama mengikuti tradisi Arab. Samuel bin Yazid, Zubair bin Batha, Sallam bin Misykam, Huyay bin Akhthab, adalah nama-­nama tokoh Bani Qainuqa’ dan Bani Nadhir. Komunikasi sehari-­hari pun menggunakan bahasa Arab, meskipun masih ada pengaruh aksen Ibrani. Bahkan sebagian dari kalangan Yahudi dikenal pandai berpuisi dalam bahasa Arab, diantaranya adalah Ka`b bin Sa`d al­Qurazhi, Sarah al­ Qurazhiyah, Rabi` bin Abi al­Huqaiq dan Ka`b bin Asyraf (Jawad Ali: 3738).

Tidak hanya bahasa dan budaya, pernikahan antara etnik Bani Israil dan Arab juga tidak dapat dihindari. Ka`b bin Asyraf adalah contohnya. Menurut salah satu riwayat, ayahnya adalah keturunan Arab Thai’ sedangkan ibunya berdarah asli Bani Israil. Jawad Ali memberi alasan, perkawinan silang antar etnik ini dapat terjadi karena –antara lain— sejumlah orang Arab memeluk agama Yahudi.

Ketika masyarakat Yahudi tiba di Madinah, sejumlah kabilah Arab kecil telah mendiami kota tersebut. Namun demikian, klan-­klan besar Yahudi, seperti Bani Nadhir, Bani Quraizhah dan Bani Qainuqa` berhasil menempati tempat-­tempat strategis. Daerah `Awali (Wadi Mudzainib), Wadi Mahzur dan Wadi Buth­han yang merupakan sumber air di Madinah, berhasil dikuasai. Selain tanah, mereka juga menguasai perdagangan. Pasar Bani Qainuqa` menjadi pasar paling ramai dan lengkap, sekaligus jantung perekonomian Madinah.

Sejak kedatangan Aus dan Khazraj, dua klan Arab berasal dari Azd (Yaman), dominasi Yahudi di Madinah mulai pudar. Aus dan Khazraj berhasil menggeser posisi Yahudi meskipun tidak dapat menguasai daerah­daerah subur yang menjadi pemukiman dan kebun mereka.

Kehadiran Aus dan Khazraj yang mengancam hegemoni dan stabilitas masyarakat Yahudi tidak disikapi secara konfrontatif. Masyarakat Yahudi lebih mengutamakan perlindungan internal dengan membangun bangunan­-bangunan kokoh di daerah pemukimannya dalam bentuk benteng, atham (semi benteng) dan ratij (rumah berdinding tanah liat). As­ Samhudi –dalam kitab Wafa’ al­Wafa— menyatakan terdapat lebih dari 59 atham dan ratij milik Yahudi di Madinah.

Di dalam batas lingkungan eksklusif itulah, masyarakat Yahudi melakukan segala aktivitas yang terkait antara sesama meraka, sehingga kondisinya mirip dengan komunitas Ghetto yang identik dengan budaya masyarakat Yahudi di seluruh penjuru dunia semasa diaspora.

Dalam berhubungan dengan komunitas lain di Madinah, masyarakat Yahudi tampaknya lebih bersikap pragmatis. Perpecahan di kalangan internal Yahudi mendorong mereka untuk membangun aliansi dengan masyarakat Arab guna memperkuat posisinya. Bani Qainuqa` beraliansi dengan Khazraj, sedangkan Bani Nadhir dan Bani Quraizhah beraliansi dengan Aus (al­Syarif: 267).

Perpecahan internal Yahudi bukan semata-­mata strategi jitu mereka untuk memecah belah kekuatan Aus dan Khazraj yang menjadi rival mereka. Sekalipun secara tidak langsung, tujuan tersebut tercapai. Pada kenyataannya, klan­klan Yahudi itu memang pecah, terutama setelah menapaki puncak kekuasaan di Madinah. Bani Nadhir dan Bani Quraizhah memandang status mereka lebih terhormat daripada Bani Qainuqa`. Kedua klan Yahudi tersebut berasal dari garis keturunan al­Kahin (Cohen), keturunan Nabi Harun as yang dikenal relijius dan sangat terhormat (Ibn Hisyam: 2/202).

b. Aspek Ekonomi

Sejak sebelum kedatangan Aus dan Khazraj hingga masa Islam. Yahudi Madinah tetap menguasai perekonomian kota tersebut. Bani Nadhir dan Bani Quraizhah menguasai tanah-­tanah tersubur, sedangkan Bani Qainuqa` mengusai pasar terbesar. Kemahiran masyarakat Yahudi dalam bercocok tanam yang diwarisi dari Palestina juga mereka terapkan. Begitu juga kelihaian membuat perhiasan, pakaian, baju perang, senjata, alat-alat pertanian dan profesi lainnya semakin mengokohkan dominasi mereka atas perekonomian Madinah.

Perdagangan valuta dan praktik riba juga dikenal luas di Madinah. Dalam hal ini, tokoh-tokoh Yahudi dan Arab memainkan peran yang sama. Bunga riba yang dibebankan kepada peminjam kadang-­kadang lebih besar dari jumlah utang, sehingga menciptakan kesenjangan sosial dan memicu banyak konflik (al­Syarif: 301­302).

Hubungan dagang para saudagar Yahudi Madinah dan Khaibar terjalin dengan baik. Letak Madinah sebagai transit kafilah-­kafilah dagang Quraisy yang bertolak menuju pasar-­pasar besar di Gaza dan Syam tentu dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang domestik Madinah. Begitu juga Khaibar yang terletak di persimpangan jalan dagang kafilah-­kafilah Ghathafan dan beberapa kabilah Najed lainnya.

c. Aspek Pendidikan dan Keagamaan

Lingkungan eksklusif masyarakat Yahudi di Madinah menjadi tempat ideal untuk mengembangkan pendidikan dan tradisi keagamaan. Lembaga pendidikan Yahudi di Madinah dikenal dengan nama Bait al­Midras yang berasal dari bahasa Ibrani, Midrash, yang berarti kajian dan penjelasan teks-­teks keagamaan. Tampaknya, Midras juga berfungsi sebagai tempat ibadah dan pertemuan penting untuk membahas masalah­-masalah agama (Jawad Ali: 4876).

Meskipun orang-­orang Yahudi tidak tertarik menyebarkan agama, tapi bukan berarti tidak ada orang Arab yang memeluk Yahudi. Kondisi sosial yang majemuk, kebutuhan pragmatis yang berkaitan dengan ekonomi dan keamanan, serta faktor-­faktor lainnya, membuat orang-­orang Yahudi berkepentingan dengan adanya orang-­orang Arab yang memeluk agama mereka. Namun perlu dicatat, pilihan memeluk agama Yahudi ini dilakukan oleh individu-­individu dan tidak ada fakta yang menyebutkan perpindahan agama secara masif yang dilakukan oleh satu kabilah Arab secara bersama-­sama (al­ Syarif: 248).

*Hubungan Yahudi dengan Masyarakat Muslim

a. Apakah Rasulullah Berhubungan dengan Penganut Yahudi di Mekah?

Banyak ayat Al­ Quran yang menyinggung Bani Isra’il dan agama Yahudi. Kedudukan mereka sebagai Ahl al­Kitab menjadi sorotan tersendiri, karena sepatutnya merekalah orang yang lebih cepat menerima ajaran Al ­Quran yang merupakan penerus dan membenarkan ajaran asli Taurat. Persinggungan wacana yang dikembangkan dalam Al­ Quran mendahului kontak fisik antara Rasulullah dan kaum muslimin dengan masyarakat Yahudi. Meskipun sulit dipungkiri adanya sejumlah saudagar Yahudi yang berdagang ke Mekah dan tinggal disana untuk urusan berbisnis, namun tidak ada fakta yang menyebutkan bahwa Rasulullah pernah berhubungan dengan mereka, terlebih lagi dalam masalah agama.

Kabar tentang masayarakat Yahudi tentu diketahui, bahkan dikuasai dengan baik oleh Rasulullah. Selain cepat atau lambat, pasti akan berhubungan dengan penganut Taurat tersebut, harapan Rasulullah untuk menemukan alternatif pusat dakwah Islam selain Mekah, mendesak beliau untuk mengetahui lebih detail kondisi masyarakat­ masyarakat di sekitarnya, termasuk Madinah.

Karena itu, saat menemui sekelompok pemuda Khazraj di Mina, pertanyaan pertama yang beliau sampaikan adalah, “Apakah kalian orang-­orang yang beraliansi dengan Yahudi?”. (Ibn Hisyam: 428). Tampaknya beliau sudah sangat menguasai seluk beluk karakter sosial Madinah, termasuk hubungan Aus dan Khazraj dengan klan­klan Yahudi yang tinggal berdampingan dengan mereka itu.

b. Dakwah Rasulullah kepada Masyarakat Yahudi

Hubungan dakwah Rasulullah dengan Yahudi Madinah terjalin sejak dini. Riwayat Bukhari dan Ibn Ishaq mengisyaratkan kedatangan Abdullah bin Salam, seorang ulama Yahudi Bani Qainuqa`, dan keputusannya memeluk Islam terjadi hanya beberapa saat setelah beliau menetap di Madinah. Peristiwa ini pula yang memicu undangan Rasulullah kepada masyarakat Yahudi untuk mengajak mereka memeluk Islam dan menjadikan Abdullah bin Salam sebagai bukti pembenarannya (al ­Mubarakfuri: 140).

c. Piagam Madinah; Konsepsi Konstitusi Islam untuk Masyarakat Plural

Kedatangan Rasulullah ke Madinah secara langsung menjadi penguasa baru di kota tersebut, karena Aus dan Khazraj, dua klan Arab yang mendominasi Madinah, adalah pihak yang mengundang sekaligus mengangkat beliau sebagai pemimpin. Latar belakang masyarakat Madinah yang sangat majemuk, karena terdiri dari beberapa etnik Arab dan Yahudi mendesak adanya peraturan umum yang mengatur kehidupan bersama dengan baik. Disinilah letak pentingnya Piagam Madinah yang ditetapkan oleh Rasulullah berdasarkan kaedah dan prinsip Islam. Hal ini juga membuktikan, ajaran Islam dapat mengatur kepentingan bersama masyarakat muslim dan non muslim, tanpa harus menghilangkan karakter khas masing­-masing, terutama agama.

Al­ Mubarakfuri merangkum beberapa bagian pasal Piagam Madinah yang mengatur hubungan masyarakat Muslim dengan Yahudi seperti berikut:

Yahudi Bani `Auf merupakan satu komunitas bersama masyarakat Mu’min. Orang-­orang Yahudi berhak menjalankan agama mereka dan orang-orang muslim berhak menjalankan agama mereka, begitu juga klan-­klan Yahudi lainnya diluar Bani `Auf.
Masyarakat Yahudi harus menanggung biaya hidupnya sendiri dan orang-­orang muslim juga harus menanggung biaya hidupnya sendiri.
Masyarakat Yahudi dan Muslim harus saling bahu membahu melawan musuh yang menyerang pihak yang menandatangani Piagam ini.
Mereka juga harus saling memberi saran dan nasihat dalam kebaikan, tapi tidak demikian dalam kejahatan.
Siapa pun yang dizalami maka wajib ditolong.
Masyarakat Yahudi dan Mu’min harus bersatu padu ketika diserang musuh.
Jika terjadi perselisihan atau pertikaian antara pihak­pihak yang menyepakati Piagam ini, sehingga khawatir akan merusak hubungan, maka keputusannya harus dikembalikan kepada hukum Allah azza wa jalla dan Muhammad, utusan Allah.
Siapa pun tidak boleh memberi suaka (perlindungan) kepada Quraisy dan pendukungnya (al­Mubarakfuri: 182).

*Pengkhianatan dan Konspirasi Yahudi

Dipandang dari sudut mana pun, bagi masyarakat Yahudi, kedatangan Rasulullah dan kaum muslimin ke Madinah tidak menguntungkan. Keharmonisan Aus dan Khazraj adalah ancaman terbesar sejak lama, apalagi ditambah pihak ketiga yang menjadi kekuatan baru yang semakin merekatkan hubungan mereka. Masyarakat Yahudi tidak pernah dapat menghapus trauma kehadiran pihak asing yang bertentangan dengan kepentingan mereka. Eksistensi Yahudi di Madinah benar­-benar diambang kehancuran.

Terlebih lagi, masyarakat Muhajirin Mekah adalah pedagang­-pedagang handal. Sejak hari­-hari pertama kedatangannya, Abdurrahman bin `Auf telah menunjukkan kepiawaian dalam meraih keuntungan di pasar Bani Qainuqa` (Bukhari: no. 1908). Seiring dengan perjalanan waktu, Usman bin `Affan, Zubair bin `Awwam dan nama-­nama populer lainnya dalam kancah perdagangan Arab masa itu menjadi pesaing-­pesaing baru bagi pedagang Yahudi.

Persaingan di pasar diperparah dengan kehadiran aturan-­aturan baru dalam segala transaksi ekonomi yang dibuat oleh Rasulullah. Larangan menipu, menimbun, menjual khamr dan praktik riba, adalah diantara yang semakin mengekang sistem ‘pasar bebas’ yang berkembang sebelumnya. Khamr (arak) merupakan komoditi yang sangat potensial bagi masyarakat Yahudi. Selain menjajakan arak lokal, mereka biasa mengimpornya dari Syam.

Semua faktor di atas, selain tentu saja keyakinan dan agama, meningkatkan ketegangan antara Yahudi dan kaum muslimin. Beberapa fakta membuktikan adanya usaha individu ataupun kolektif kelompok Yahudi untuk memicu perselisihan hingga perang besar­-besaran.

a. Benih­-benih Pengkhianatan

Ibn Ishaq meriwayatkan, Syas bin Qais, seorang sesepuh Yahudi melewati sekelompok pemuda Aus dan Khazraj yang sedang berkumpul. Mereka terlibat perbincangan yang hangat dan akrab. Pemandangan ini membakar hati Syas, maka segera ia suruh seorang pemuda Yahudi untuk ikut dalam pembicaraan tersebut dengan mengingatkan mereka kepada peristiwa kelam di masa lalu, perang Bu`ats yang telah menelan korban tokoh-tokoh besar Aus dan Khazraj.

Kehangatan segera berubah menjadi ketegangan. Kedua kelompok Anshar tersebut nyaris saja baku hantam, bahkan terlibat pertumpahan darah, jika saja Rasulullah tidak segera datang dan melerai. (Ibn Hisyam: 553­554).

Kasus Ka`b bin Asyraf, tokoh terkemuka Bani Nadhir, merupakan model paling krusial penaburan benih pengkhiantan dalam skala individu. Kelihaian menggubah puisi, media propaganda paling efektif masa itu, menempatkan Ka`b dalam posisi yang sangat membahayakan. Setelah kemenangan kaum muslimin dalam perang Badar, Ka`b menunjukkan permusuhannya secara terbuka. Ia segera pergi ke Mekah untuk mengucapkan simpati dan bela sungkawa atas terbunuhnya pembesar-­pembesar Quraisy di Badar dalam rangakaian puisi yang menyayat hati. Tidak cukup disitu, ia juga mengobarkan semangat Quraisy untuk segera melupakan kekalahan dan menyiapkan pembalasan yang jauh lebih hebat (al­Shallabi: 2/56­58).

b. Konspirasi Yahudi

Bani Qainuqa` adalah klan Yahudi yang lebih dulu menunjukkan aksi pengkhianatan kolektif terhadap kesepakatan Piagam Madinah. Kemenangan kaum muslimin di Badar membuka mata mereka, bahwa kekuatan dan dominasi kaum muslimin di Madinah menjadi kenyataan. Bagi Bani Qainuqa`, ketergantungan ekonomi kepada mekanisme pasar yang mereka kuasai tidak lagi menggairahkan seperti dahulu.

Tampaknya benih pengkhiantan kolektif Bani Qainuqa` telah tercium oleh Rasulullah. Menurut Abu Dawud, beberapa saat setelah kembali dari Badar, Rasulullah mengumpulkan Bani Qainuqa` di pasar mereka untuk memberi peringatan. Namun juru bicara Bani Qainuqa` malah menjawab, “Hai Muhammad! Jangan pernah merasa bangga hanya karena berhasil membunuh segelintir orang-­orang Quraisy yang tidak pandai berperang itu. Seandainya kami yang menjadi lawanmu, engkau baru akan tahu, kamilah tandinganmu yang sebenarnya. Dan, engkau tidak akan banyak berkutik melawan kami”. (al­Mubarakfuri: 226)

Sebatas perlawanan verbal, Rasulullah saw. hanya melihatnya sebagai indikator pengkhianatan. Tapi setelah terjadi kasus pelecehan wanita muslim di pasar Bani Qainuqa` yang disusul dengan pembunuhan lelaki muslim yang membelanya, Rasulullah saw. mengepung Bani Qainuqa` lalu mengusir mereka dari Madinah. Pembunuhan Ka`b bin Asyraf dan pengusiran Bani Qainuqa` dari Madinah cukup meredam gejolak pengkhianatan klan Yahudi lainnya. Tapi kekalahan kaum muslimin dalam perang Uhud dan tragedi Bi’r Ma`unah menumbuhkan kepercayaan diri Yahudi. Bani Nadhir, klan yang paling kuat saat itu, berkhianat. Diawali dengan memberi perlindungan kepada Abu Sufyan saat melakukan oprasi militer (Perang Sawiq) ke Madinah (Ibn Ishaq: 108).

Pelanggaran terhadap salah satu pasal Piagam Madinah tersebut disusul dengan pelanggaran lain. Bani Nadhir tidak bersedia menanggung biaya diyat (denda pembunuhan) yang seharusnya dipikul bersama. Bahkan lebih jauh lagi, mereka menyusun rencana pembunuhan Nabi saw. (al­`Umari: 146). Rencana busuk itupun terbongkar, sehingga Rasulullah saw. segera mengumumkan ultimatum pengusiran Bani Nadhir dari Madinah.

Mulanya Bani Nadhir berusaha bertahan karena Abdullah bin Ubay, pemimpin kelompok Munafik menjanjikan bantuan (al­Mubarakfuri: 280), tapi kemudian menyerah dan terpaksa meninggalkan Madinah setelah dikepung selama 15 hari. Pada dasarnya, mereka diusir ke Syam, tapi sejumlah tokoh penting Bani Nadhir seperti Huyay bin Akhthab, Salam bin Abi al­Huqaiq dan Kinanah bin Rabi` memutar haluan menuju Khaibar, koloni Yahudi terkuat di Hijaz. (al­Umari: 149).

c. Kelihaian Lobi Yahudi; Kasus Perang Ahzab

Ahzab adalah aliansi sejumlah klan Arab besar yang meliputi Quraisy, Ahbasy, Ghathafan bersama sekutunya. Mereka melakukan kesepakatan dengan Yahudi untuk menyerang Madinah. Perang Ahzab yang mencatat rekor fantastik dalam sejarah peperangan Arab saat itu, sebenarnya bisa dikatakan sebagai bukti kelihaian lobi Yahudi. Para sejarawan mengungkapkan, provokator perang Ahzab adalah sebuah tim kecil yang dibentuk di Khaibar dan dipimpin oleh kalangan elit Bani Nadhir, yaitu Sallam bin Abi al­Huqaiq, Huyay bin Akhthab, Kinanah bin Rabi`, Haudzah bin Qais dan Abu `Ammar (al­Shallabi: 2/256). Pembentukan tim ini tentu disetujui oleh tokoh­tokoh Yahudi Khaibar sendiri dengan target yang sangat besar, menggalang kekuatan Arab dalam satu pasukan terpadu untuk menyerang Madinah.

Sasaran tim yang paling realistis adalah dua kabilah Arab, Quraisy dan Ghathafan. Selain merupakan kabilah besar dan memiliki sekutu yang loyal, keduanya memiliki kepentingan langsung dengan Madinah. Menggalang dukungan Quraisy tentu lebih mudah, karena permusuhan mereka dengan Madinah sudah cukup menjadi pemicu utama. Tapi para provokator ini menambahkan dukungan moral yang tidak kecil, yakni memberi pengakuan bahwa agama Quraisy lebih baik daripada agama Muhammad saw.

Allah swt. mengecam pragmatisme murahan Yahudi ini dalam surah al­Nisa’: 51­52: “Apakah kamu tidak memperhatikan orang­orang yang diberi bagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang­orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang­orang yang beriman. Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali­kali tidak akan memperoleh penolong baginya”.

Sedangkan untuk meraih dukungan Ghathafan, tim Yahudi melakukan kontrak kesepakatan dengan kabilah besar Najed tersebut dalam dua pasal yang saling menguntungkan; 1). Ghthafan harus menghimpun pasukan sebanyak 6000 orang; 2). Yahudi akan membayar klan­klan Ghathafan yang bergabung dalam pasukan tersebut dengan seluruh hasil panen kurma Khaibar dalam setahun (al­Shallabi: 2/257).

Lobi Yahudi ini berhasil dengan gemilang. Kabilah­kabilah Arab yang telah melakukan kesepakatan itu berdatangan ke Madinah dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki. Tidak tanggung­tanggung, jumlah mereka mencapai 10.000 pasukan. Jumlah yang disebut al­Mubarakfuri sebagai catatan rekor fantastis dalam sejarah kemiliteran Arab pada masa itu.

Merasa tidak cukup dengan menggalang kekuatan Arab. Huyay bin Akhthab berusaha keras membujuk klan Yahudi terakhir yang masih berada di Madinah dan mentaati kesepakatan Piagam Madinah, Bani Quraizhah, untuk mendukung logistik Ahzab dan menggerogoti kekuatan Madinah dari dalam. Lobi inipun akhirnya berhasil. Quraizhah berkhianat, sehingga Madinah semakin terjepit (al­Mubarakfuri: 293). Namun dengan strategi yang jitu dan pertolongan Allah swt., akhirnya kaum muslimin berhasil keluar dari medan perang sebagai pemenang.

Dengan pengkhianatan Bani Quraizhah, habislah kekuatan Yahudi di Madinah. Rasulullah saw. menghukum meraka sebagai pengkhianat perang, semua laki­laki Bani Quraizhah yang terlibat perang dipancung, anak­anak dan wanita ditawan, dan harta benda mereka dirampas (al­Mubarakfuri: 301).

Setelah itu, kekuatan Yahudi yang signifikan hanya tersisa di Khaibar. Di tempat inilah tersimpan potensi ancaman yang tidak dapat diremehkan. Selain menjdai rahim yang melahirkan provokasi Ahzab, Khaibar memiliki benteng­benteng yang kuat dan letaknya sangat strategis karena berada di persimpangan jalan yang menghubungkan daerah timur dan selatan Jazirah Arab.

Rasulullah saw. harus konsentrasi penuh guna melumpuhkan kekuatan Khaibar. Gencatan senjata yang disepakati dengan Quraisy dalam Perjanjian Hudaibiyah pada tahun 6H menjadi momentum yang sangat tepat. Beberapa saat setelah itu Rasulullah saw. langsung melancarkan serangan besar­besaran ke Khaibar dan menang. Masyarakat Yahudi Khaibar yang kebanyakannya petani tidak diusir dari daerah tersebut, melainkan diizinkan tinggal untuk mengelola kebun­kebun Khaibar dan berbagi hasil dengan para pemilik barunya, kaum muslimin.

* * *

Demikianlah sekelumit gambaran kehidupan masyarakat Yahudi, terutama di Madinah, dan persentuhan mereka dengan kaum muslimin pada permulaan sejarah Islam. Penyimpangan dari ajaran Taurat yang mengkristal dalam nilai dan sistem yang mendasari kehidupan sosial, ekonomi dan politik, berakibat pada penolakan mereka terhadap ajaran Islam.

Namun demikian, bukan berarti seluruh masyarakat Yahudi menolak Islam. Sejarah mencatat bebarapa individu Yahudi memeluk Islam saat itu. Diantaranya Abdullah bin Salam dan keluarganya dari Bani Qainuqa`(Ibn Hisyam: 516) 1 ; Yamin bin `Amr dan Abu Sa`d bin Wahb dari Bani Nadhir (al­`Umari: 149); dan `Athiyyah al­Qurazhi, Abdurrahman bin Zubair bin Batha, Rifa`ah bin Samuel dan beberapa orang lagi dari Bani Quraizhah (al­Mubarakfuri: 302).



Rujukan

Al­ Quran al­Karim
Shahih al­Bukhari [al­Maktabah al­Syamilah]
Ibn Hisyam, al­Sirah al­Nabawiyyah [al­Maktabah al­Syamilah]
Ali, Jawad, al­Mufashshal fi Tarikh al­Arab Qabl al­Islam [al­Maktabah al­Syamilah]
Al­Syarif, Ahmad Ibrahim, Makkah wa al­Madinah fi al­Jahiliyyah wa `Ahd al­Rasul saw. [al­Maktabah al­Syamilah]
Al­`Umari, Akram Dhiya’, al­Mujtama` al­Madani fi `Ahd al­Nubuwwah [al­Maktabah al­Syamilah]
Al­Mubarakfuri, Shafiy al­Rahman, al­Rahiq al­Makhtum, Dar al­Salam­Riyadh, 1418
Al­Shallabi, Ali Muhammad, al­Sirah al­Nabawiyyah; `Ardh Waqa’i` wa Tahlil Ahdats, Dar Ibn Katsir­Beirut, 1425H/2004.

Salam InfoTeuNgaradig

Lebih dari Lima Ribu Hacker Serang Situs Penting Zionis



InfoTeuNgaradig - Media Zionis mengungkap keberhasilan para Hacker dalam menembus situs zionis yang penting, dimana dalam situs tersebut terdapat data rahasia termasuk ribuan anggota Mossad.

Media tersebut mengatakan,”kelompok hacker disebut berjumlah lebih dari lima ribu,dan telah berhasil menembus ratusan ribu baik situs pribadi, pemerintah maupun situs keamanan di israel pada hari Minggu lalu (7/4) dan beberapa situs telah mampu di kembalikan seperti semula.

Disebut juga bahwa para hacker telah menembus situs intelijen Zionis “Mossad” dan situs keamanan “Internal Security Service” Shabak, serta situs milik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Selain itu para Hacker juga menembus Situs Departemen Pertahanan dan sebagian besar situs kementerian,
dan Situs Bursa saham juga tak luput menjadi target para Hacker, serta ribuan data kartu kredit, hingga ribuan akun pada jejaring socil Facebook dan Twitter juga ikut menjadi target.

karena hal tersebut Entitas Zionis meminta perlindungan kepada Amerika dan Eropa untuk membantu melindungi keamanan data-data pentingnya dari serangan para hacker.

Dalam siaran televisi Zionis“channel sepuluh” menyebut bahwa “kekerasan baru telah dilancarkan terhadap Israel namun bukanlah pertumpahan darah, melainkan situs internet dan simbol kedaulatan seperti ditus keamanan dan Bursa saham, Israel harus memiliki tindak lanjut terhadap serangan ini dan mengambil pelajaran untuk menghadapi serangan jika terjadi kejadian yang serupa”.

Salam InfoTeuNgaradig

Islam Di Brazil, Hasil Perjuangan Budak-Budak Afrika



InfoTeuNgaradig - Sesekali lihatlah Islam ke benua Latin. Atau tepatnya di Brazil, tempat yang akan dijadikan gelaran pesta sepak bola empat tahunan Piala Dunia 2014. Di Brazil, Islam pertama kali dkenalkan oleh budak Afrika. Di masa lalu, Brasil terkenal akan perbudakan terbesar di dunia. Sejarah Islam di Brasil dimulai dengan impor tenaga kerja para budak dari Afrika ke negara itu. Brasil memperoleh 37% dari seluruh budak Afrika yang diperdagangkan, dan lebih dari 3 juta budak yang dikirim ke negeri ini. Mulai sekitar tahun 1550, Portugis memulai perdagangan budak Afrika untuk bekerja di perkebunan gula setelah hubungan dengan para pribumi memburuk. Awal dari migrasi para budak ini ke Brasil sendiri dimulai ketika terjadi pergolakan di Bahia pada tahun 1835. Bahia pada abad ke-19 memang terkenal sebagai daerah Afrika yang penduduknya Muslim.

Sejak malam 24 Januari 1835, sekelompok budak lahir Afrika menduduki jalan-jalan Salvador dan selama lebih dari tiga jam mereka berhadapan dengan tentara dan warga sipil yang bersenjata. Pergolakan ini tidak berlangsung lama sebenarnya, dan korban yang tewas ketika diperkirakan mencapai jumlah 50 sampai dengan 100 orang. Banyak Muslim yang dijatuhi hukuman mati, penjara, cambuk, atau deportasi.

Namun, masyarakat Muslim Afrika tidak terhapus semalam, dan akhir 1910 diperkirakan masih ada beberapa 100.000 Afrika Muslim yang tinggal di Brasil.

Imigran Muslim di Brazil

Setelah asimilasi masyarakat Muslim Afro-Brasil, periode Islam berikutnya di negara itu adalah hasil dari imigrasi Muslim dari Timur Tengah dan Asia Tenggara. Jumlah Muslim terbesar ditemukan di wilayah São Paulo.

Brazilian-Muslims

Para Muslim Brasil konon tidak mempunyai halangan dalam soal makanan. Makanan
Arab cukup terkenal di sini, bahkan rantai makanan cepat saji terbesar kedua di Brazil adalah Habib, yang tentu saja menyajikan makanan halal. Bisnis industri tekstil, didominasi oleh pedagang asal Suriah-Lebanon.

Dewan Kota Sao Paulo bahkan memiliki Penasihat Muslim yang bernama Muhammad Murad, ia adalah seorang pengacara. Sejumlah masjid bisa terlihat di São Paulo. Yang tertua dan paling populer ini ditemukan di Av. Do Estado.

Sejak didirikan lebih dari tujuh puluh tahun yang lalu, masjid ini sekarang dilengkapi dengan sebuah institusi sekolah Quran, perpustakaan, dapur dan ruang pertemuan untuk berbagai fungsi.

Muslim Brasil Hari ini

Menurut sensus Brasil tahun 2000 terdapat 27.239 Muslim yang tinggal di negara ini, terutama terkonsentrasi di negara bagian São Paulo dan Paraná. Pemimpin komunitas Muslim di Brazil memperkirakan bahwa ada antara 700.000 sampai tiga juta Muslim, dan mereka semua aktif dalam mempraktikan agama mereka. Ada juga komunitas Muslim di pinggiran kota São Paulo dan di kota pelabuhan Santos, serta dalam komunitas kecil di Paraná.


Masyarakat Muslim Brasil dikenal sebagai Islam Sunni, dan hampir sepenuhnya berasimilasi ke dalam masyarakat yang lebih luas. Ada sekitar 60 masjid, pusat-pusat agama Islam, dan asosiasi Islam.

Akhir-akhir ini, sebuah tren terjadi. Banyak warga Brasil non-Arab yang masuk Islam. Sebuah sumber Muslim baru-baru ini memperkirakan terdapat hampir 10.000 Muslim yang baru masuk tinggal di Brazil.Selama 30 tahun terakhir, Islam telah menjadi semakin nyata dalam masyarakat Brasil. Perkembangan Islam di Brasil ini ditunjukkan bahwa 2 dari 3 terjemahan Portugis dalam Al-Qur’an diciptakan oleh penerjemah Muslim di Sao Paulo.

Sumber: Islampost.com

Salam InfoTeuNgaradig

Sabtu, 06 April 2013

Setelah Fatin X-Factor, Kini Leona The Voice Masuk Situs Resmi Bruno Mars!


InfoTeuNgaradig - Leona kaget. Salah satu kontestan The Voice of Indonesia yang lolos ke babak battle round ini, masuk ke situs resmi penyanyi Bruno Mars. Leona cuma bisa termangu dan bingung. Pasalnya, selama menjadi kontestan The Voice Indonesia, Leona belum pernah membawakan dari Bruno Mars.

"Wow! Sumpah aku belum tahu tentang itu," ungkapnya kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (3/4/2013).

Dalam laman website Bruno Mars terlihat video Leona saat blind audition The Voice Indonesia membawakan lagu I Have Nothing yang dipopulerkan oleh Whitney Houston.

Terlihat pula tanggal penggunggahahan video itu 14 Maret 2013 yang hanya berbeda empat hari dari waktu yang dilakukan The Voice Indonesia untuk mengunggahb ke website-nya.

Ada kemungkinan, selama ini Bruno Mars mengikuti acara The Voice Indonesia. Dan begitu melihat penampilan dari Leona, Bruno Mars terpukau. Leona pun merasa bangga videonya bisa masuk website Bruno Mars.

Ketika ditanya lagu Bruno Mars yang paling disukai, Leona langsung berteriak. "Just The Way You Are dong!," katanya.

Menurutnya, lagu ini romantis. Lagu ini pun pernah menjadi kenangan dirinya beberapa tahun yang lalu yaitu saat sekolahnya merayakan ulang tahun.

Sumber: Liputan6.com
Salam InfoTeuNgaradig

SINETRON TERBARU SCTV "Haji Medit"


InfoTeuNgaradig - HAJI Medit bin Pelit bin Bakhil alias Koret. Rentetan nama tersebut adalah julukan untuk Komar (Jarwo Kuat), seorang pengusaha sop kaki kambing yang terkenal di seluruh pelosok Jakarta. Aneh memang, apalagi karena julukan tersebut didapat justru usai menunaikan ibadah haji.

Tidak jauh dari lokasi "Sop Kaki Kambing Haji Medit", terdapat usaha kuliner bernama "Sate Tegal Rika" yang juga tidak kalah terkenal di Jakarta. Kuliner milik Andre (Saipul Jamil) itu sejak dulu selalu menjadi saingan Haji Medit di kampung. Selain bersaing dalam bisnis, mereka pun bersaing dalam gengsi, kekayaan, serta pengaruh di masyarakat.

Di sisi lain, ada seorang dara bernama Hafizah (Bunga Zainal) yang menjadi rebutan dua orang pria. Hafizah yang merupakan lulusan Universitas Al-Azhar Kairo merupakan anak semata wayang Kyai Mansyur. Lantaran cantik, pintar, dan sholehah, Hafizah pun diperebutkan oleh Samsul (Kiki Farel) dan Bambang (Panji Saputra). Samsul merupakan sahabat kecil Hafizah yang mempunyai sifat santun serta puitis. Sebaliknya Bambang memiliki sifat konyol, agresif, dan humoris.

Bagaimana serunya kisah persaingan antara "Sop Kaki Kambing Haji Medit" dengan "Sate Kambing Rika"? Bagaimana pula kisah cinta segitiga antara Hafizah, Samsul dan Bambang? Saksikan Haji Medit setiap hari pukul 19.30 WIB Mulai 8-April 2013
hanya di saluran Satu untuk Semua | SCTV

Pemain :
Bunga Zainal
Kiki Farel
Panji Saputra
Jarwo Kuat
Saipul Jamil
Nuri Maulida
Andhara Early
Monalisa
Dedi Sutomo
Saleh Ali
Sopyan Dado
Dll.

Salam InfoTeuNgaradig

Inilah 5 Tips Menghafal Al Quran dari Syaikh Al Ghamidi


InfoTeuNgaradig - Imam tamu Masjid Nabawi sekaligus qari’ internasional, Syaikh Sa’ad Al Ghamidi memberikan lima tips yang harus diperhatikan bagi penghafal Al Quran. Tips tersebut harus diperhatikan, khususnya bagi orang yang sama sekali tak bisa berbahasa Arab. Dikutip dari Republika, berikut kelima tips tersebut:

Pertama, harus mempunyai tujuan yang jelas. “Teman-teman Indonesia harus memiliki tujuan yang jelas, apa tujuan antum menghafal Al Quran,” kata beliau.

Kedua, ujar Sa’ad, harus ada lembaga yang menyelenggarakan program menghafal Al Quran. Lembaga ini berfungsi untuk mengkoordinasi mereka yang ingin menghafal Al Quran agar nantinya tidak patah dan berhenti di tengah jalan.

Ketiga, harus ada metode yang digunakan dan tak asal begitu saja. Jika memang ingin sungguh-sungguh, maka mesti ada metode yang dipakai. “Metode yang digunakan harus efektif dan bisa digunakan bagi seluruh kalangan. Sebab, kemampuan masing-masing orang dalam menghafal berbeda-beda. Ada yang bisa menghafal satu halaman per hari, namun ada juga yang hanya bisa menghafal satu ayat saja per hari,” jelasnya.

Keempat, harus ada mu’allim (guru) yang menjadi rujukan dan mempunyai kemampuan membaca Al Quran dengan baik dan benar. “Jadi mu’allim harus dilihat juga, apakah bacaannya fasih? Apakah hafalan Al Qurannya baik? Apakah dia bisa menjadi qudwah (tauladan) dari kepribadian dan akhlaknya? Jadi memang diperlukan seleksi yang ketat dalam menentukan mu’allim itu,” jelas Syaikh.

Kelima, harus ada follow-up setelah menyelesaikan hafalan Al Quran. Jadi, mereka yang telah merampungkan hafalan Al Quran mereka tidak dibiarkan begitu saja. “Bagi sebahagian madrasah Tahfidz Al Quran hanya menfokuskan santrinya bagaimana mencetak para hafiz Quran. Namun yang tak kalah pentingnya, apa yang akan mereka lakukan setelah mereka menjadi hafiz Quran?” jelas beliau lagi.

Mengulang dan Berkelanjutan

Lupa menjadi kendala terbesar bagi para penghafal Al Quran. Biasanya, para penghafal tidak sabar dan ingin segera mengkhatamkan bacaannya dan kadang terlalu terburu-buru. Sehingga ayat yang telah mereka hafal tidak sempurna dan menjadi cepat lupa.

Syaikh Sa’ad Al Ghamidi menjelaskan, kunci utama dalam menghafal Al Quran adalah terus mengulang hafalan. Ini yang terus dilakukannya walau pun telah selesai menamatkan Al Quran 30 juz.

“(Penghafal Al Quran) harus senantiasa dengan dua hal, tikrar (mengulang) dan istimrar (berkelanjutan). Ia harus terus mengulang hafalan yang telah dihafalnya dan melanjutkan hafalan barunya,” jelas Syaikh.

Sumber: FimadaniNews.com

Salam InfoTeuNgaradig

Kesaksian Ozil, Cristiano Ronaldo Sudah Hafal Surat Al-Fatihah


InfoTeuNgaradig - Meski beragama Katolik yang taat, Cristiano Ronaldo selalu membela Islam dan menyukai ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Sekedar diketahui, Cristiano Ronaldo lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985 silam. Ia merupakan seorang pemain sepak bola Portugal.

Ronaldo dapat berposisi sebagai bermain sebagai sayap kiri atau kanan serta penyerang tengah. Kini Ronaldo bermain untuk tim Spanyol, Real Madrid dan untuk tim nasional Portugal. Sebelum bermain untuk Real Madrid, ia pernah bermain di Sporting Lisboa dan Manchester United (MU). Pemain yang kerap bernomor punggung 7 di lapangan hijau ini juga akrab dengan sebutan CR7, gabungan dari inisial namanya dengan nomer punggungnya.
Beberapa waktu yang lalu, media terbesar dan terpercaya Spanyol 'Marca' memberitakan jika rekan Ronaldo satu timnya, Mesut Ozil, pemain muslim asal jerman yang berdarah turki ini, memberi kesaksian, Jika Cristiano Ronaldo sudah hapal huruf hijaiyah, dan juga sudah hapal surat favoritnya, yaitu surat Al- Fatihah.

Ronaldo membenarkan kesaksian dari Ozil, "Banyak yang tidak percaya kalau saya mengagumi Al-Quran, tapi memang begitulah kenyataannya, setiap Ozil membaca Al-Quran, saya senantiasa merasa damai, dan hati saya pun menjadi sejuk," kata Ronaldo kepada Media Spanyol. Mesut OziL juga membenarkan perkataan Ronaldo, "Cristiano Ronaldo selalu menunggu saya selesai Sholat di rest room, saya tahu dia ingin mendengar saya mengaji," timpal Ozil.

Cristiano Ronaldo, kembali berkata, "Saya sudah hafal Al-Fatihah, mungkin nanti saya akan minta diajarkan berwudhu, saya sangat senang," kata Ronaldo. Bahkan, CR7 sangat senang mendengarkan Ozil membaca Al-Quran sebelum bertanding dan merasa yakin Real Madrid menang di pertandingan, jika sebelum pertandingan, Ozil membaca Al-Quran.

Sumber: SuaraNews.com

Salam InfoTeuNgaradig

© -Info Teu Ngaradig | Blogger Template HTML 5 | Designed by kimzigr | Using The 1KB Grid | Powered by Blogger